Showing posts with label bad days. Show all posts
Showing posts with label bad days. Show all posts

Sunday, 12 April 2015

Mi cabe yang memedaskan hati


Malam ini mau kulineran di mana? Aku teringat oleh resto spesialis mie yang baru buka. Tempatnya lumayan representatif, tapi kami belum tahu harga nya seberapa terjangkau. Jadilah malam ini kami coba ke sana. Katanya sih enak, coba kita buktikan..

Pukul 7.30 kami disambut oleh security yang ramah, mem-valetkan mobil untuk diparkir di belakang resto, sedangkan kami semua diminta turun di loby restoran. Hmm, awal yang baik, disambut dengan hangat. Tapi ada satu poin minus, valetnya tidak disertai tanda terima mobil. kunci hanya diminta oleh security, kukira lalu diberi slip valet.. ternyata tidak. Kalau ada orang jahat ngaku2 punya mobil A, B, C.. bisa salah serah terima mobil.. bahaya

Pukul 7.35 kami masuk ruangan. Tidak disambut sama sekali oleh satu pun pelayan. masing2 sibuk dengan urusan order antar dan bayar. seolah2 kami tidak ada.. tidak seperti di resto pizza ternama, setiap masuk langsung disambut oleh penjaga pintu, berapa orang? jika memang tak ada meja kosong, maka akan dibuatkan reservation list, buat mengantri meja. Di sini semua serba tidak jelas, akhirnya kami putuskan ke kasir bergerombol, dikiranya membayar.. padahal mengantri tanya tempat kosong. Ide membuatkan antrian malah muncul dari aku. 'Tolong dibuatkan antrian order meja dong! supaya nggak sembarang orang ngaku atau rebutan dapat tempat kosong'. Baru akhirnya ada satu orang pelayan laki2 yang tanggap dan melayani kami dengan ramah. Ia menawarkan kami utk naik lantai 2, di situ katanya ada 1 meja kosong

Pukul 7.45 kami sampai di lantai 2. memang betul ada meja kosong, tapi saat itu sudah ada 1 orang laki2 yang mencoba menduduki satu kursi, untuk booking meja itu. Dia membawa rombongan orang agak banyak, sekitar 12 orang lah. rupanya ia mau merayakan ulang tahun. Karena kami diantar oleh pelayan, maka meja itu akhirnya untuk kami dan bpk2 itu terusir.. Setelah kami duduk, pelayan meninggalkan kami dengan menu.

Pukul 7.50, kami sudah memutuskan untuk mengorder. Pelayan itu tidak datang juga, akhirnya kuputuskan menulis sendiri ordernya dengan bolpenku sendiri dan kertas alas meja. Pemenuhan order cukup ramah. Tapi ia membuat kesalahan besar. Setelah mengambil order kami, ia tidak langsung lapor ke dapur tapi mengambil orderan bapak2 sebelah yang ber 12 orang tadi. Hmm.. aku sudah punya firasat buruk. Aduh, jangan2 kami harus mengantri lama karena selisih beberapa menit saja dengan rombongan besar itu

Pukul 8.10, pelayan datang ke meja kami menempelkan checker. Jam print menunjukkan pukul 20.04, tapi saat itu hp ku sudah jam 20.10. Aku coba baca checker nya.. OMG.. ternyata pelayan tidak mencatat order minuman kami! Untung masih dapat gratisan pangsit dan teh botol. Jadi muncul saja teh botol 3 biji tampa dipesan. Akhirnya aku harus pesan lagi, dan checker baru muncul pukul 20.20.

Pukul 8.23. seorang pelayan membawa makanan datang ke arah meja kami dan sebelah yang berombongan 12. 'Nasi goreng merah?' Spontan kami menjawab ya, karena memang itu pesanan kami, tapi rombongan itu juga menjawab ya, karena memang itu juga pesanan mereka. Bingunglah pelayan itu..'Mas, lihat nomor mejanya.. itu utk pesanan no meja mana?', saranku. Dia malah bingung nggak tau, lalu nasi itu malah diberikan pada rombongan sebelah. Ahh.. hatiku mulai panas. firasatku jadi kenyataan. ini pertanda buruk. kacauu.. pengalaman di phuket terulang kembali.. akhirnya pukul 8.23-8.35 pesanan bertubi2 ke rombongan sebelah yang padahal meja pun mereka belum genap.. sementara kami sudah duduk manis di meja selama hampir 1 jam, tapi satu pun makanan tidak datang

8.45, akhirnya aku melihat pelayan pr yang menerima order ku tadi. dengan dongkol kuhampiri dia dan aku agak marah2.. 'mbak, kayaknya tadi yg pesan duluan aku deh.. kok yg dilayani sebelah duluan?' Ia langsung minta maaf dan langsung melayani kami. tapi yang datang cuma sendok dan garpu.. ihh.. sedih, rasanya mau protes keras..

pukul 8.50 minuman kami mulai datang, hanya pesan 1 coca cola dan 1 jeruk nipis. dibawakan 2 coca cola, tapi aku menolak, karena memang hanya pesan 1. jeruk nipis panas tidak ada masalah. pelayan lain datang meminta maaf, menegaskan bahwa sekarang pesanan lagi diproses dan dipercepat. memang kelihatan sih, tiba2 meja sebelah langsung terhenti tidak dapat pesanan makanan lagi.. malah aku dengar pesanan masih belum lengkap.

pukul 8.55 akhirnya satu demi satu makanan kami datang. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa makan puas, yang paling puas adalah mi cabe nya. enak banget. tapi kalah sama panasnya hati, bikin emosi. saking lamanya menunggu dan kelaparan, ve sampai habis 1 mangkok pangsit free dan 1 piring mi seafood. sebagai ganti rugi karena sudah kelamaan nunggu, para pelayan berusaha sebaik mungkin memenuhi permintaanku, tolong aku diberi free nya tambah ya.. dan betul mereka memang memberi kami 3 bungkus pangsit dan 2 pangsit utk di makan di resto. hitung2 sudah free 100rb sendiri kalo satu pangsit berharga 20rb. hatiku mulai luluh dan reda amarahku, aku mulai bisa senyum.

pukul 9.10, kami turun ke kasir dan melakukan pembayaran. papa yg membayar dan menggesek kartunya. aku dan ve hanya menunggu agak jauh dari kasir. wah, habisnya kok lumayan mahal ya.. memang pesanan mi cabe ku berharga premium, 36rb, seafood ve malah 54rb. Gila2an harganya. cukup sekali saja memesan itu. setelah struk diperiksa di mobil yang sudah berjalan 500 meter, barulah ve menyadari ada yang salah..' ma.. coca colanya kok di charge 2 gelas?' 

Arrgghh..@4#576&!!!*$%*(!!!.. ENOUGH.. 

Sudah cukup, benar2 bad bad day..!!! kapok aku makan di situ, walaupun mi cabenya enak tapi bikin hati panas dan penuh dendam.. mau komplain sudah sangat malas, nggak sepadan berhubungan dengan orang2 yg kurang profesional.. maaf ya..ini phuket jilid 2..














Saturday, 18 January 2014

Ampun Pak Polisi

Astaghfirullah, hari ini nasibku sedang buruk. Kali ini bicara soal polisi, karena  aku baru saja ketilang polisi di jalan. Ceritanya, saat itu aku, ve, pak supir, yangkung n yangti pergi di siang hari hendak mencari makan siang di luar. Yu sedang mudik, maka tidak ada masakan lezat yang bisa disantap di rumah. Ke mana kami akan makan? Pilihannya jatuh ke sebuah restoran steak di tengah kota. Perjalanan kami ke restoran melewati perempatan dengan TL (lampu merah) yang terkenal antriannya sangat panjang. Jalannya cuma ada 2 lajur, lajur kanan untuk mobil yang mau ke belok arah kanan, sedangkan lajur sebaliknya yang ke belok kiri atau terus. Sebagian besar orang selalu belok ke arah kanan, sehingga membuat panjang antrian tidak seimbang setiap kali TL masih merah. Tumpukan lajur sebelah kanan lebih padat dan panjang sehingga kami harus sabar dan sabar menunggu giliran kena lampu hijau. Ada beberapa mobil yang tidak sabar dan mencoba peruntungan mereka dengan menerobos antrian dengan melewati lajur kiri untuk belok kanan. Masalahnya, salam kejutan 'selamat siang' dari pak polisi kadang akan kita dengar kalau anda sedang beruntung. Artinya, di tikungan sebelah kanan, pak polisi sudah siap menyambut mobil2 yang tidak sabar tersebut dan menilangnya. 

http://redaksi.luwuraya.com/

Aku dan papa pernah kena tilang di situ. SIM papa habis berlaku pula. Untung papa barusan ulang tahun dan SIM nya juga baru beberapa hari kadaluarsa. Justru Karena ditilang itulah papa jadi ingat kalau SIM nya harus diperpanjang. Supaya tidak lupa/ panjang ceritanya, Langsunglah hari itu kami memperpanjang SIM ke TP. Tanpa persiapan! Bahkan papa pun masih pakai kaos oblong buat pas foto SIM, tidak pakai baju formal sama sekali. Untungnya foto SIM boleh pakai oblong dan SIM berhasil diperpanjang dan prosesnya cepat!

Tapi kejadian tilang itu juga tidak gratis, Rp 50rb melayang deh. Waktu papa menyiapkan uang, pertama2 agak sungkan sehingga disembunyikan dibawah SIM dulu. Tapi Kata pak Pol.. jangan sungkan2.. hihihi.. justru saya yang jadi sungkan pak..

Siang ini yang bawa mobil pak supir. Aku bener2 ingat pengalamanku kena tilang itu seumur hidup, jadi kalau aku melewati perempatan itu lebih baik patuh saja dan sabar. Pak supir mencoba menerobos lewat kiri, tapi aku mengingatkan, awas lho ada polisi.. nanti 50rb melayang..sebaiknya kita nggak macem2. Pak Supir langsung kembali ke lajur kanan. Dan betul, ternyata jam 1 siang memang ada 1 mobil polisi bersiaga di depan tikungan menyambut para pelanggar. Yes, kami berhasil lepas dari petaka. 

Tapi Ini yang aku lupa.. mengucapkan Alhamdulillah... Kami berhasil melewati pak polisi dkk yang sedang menilang mobil sebelah kami dengan mulus. 'syukurin lo.. salahe nggak sabar', bahkan itu ucapan yang aku ingat. Belakangan baru sadar kalau aku juga lupa nggak baca doa mau pergi..Astaghfirullah...

Tapi ternyata Allah maha kuasa.. memutar balikkan segala sesuatu. Sedikit sombong dapat melewati penilangan pak sopir di lampu merah itu, ternyata tidak meloloskan kami dari tilang juga. Kami kena tilang di tikungan yang lain yang kali ini memang ada pos polisinya! masalahnya simpel, aku lupa pakai seatbelt. padahal biasanya aku suka bohongin pak Pol kalau lewat tikungan itu dengan berpura2 menarik tali seatbelt untuk sementara saja. Begitu kami lepas melewati  tikungan itu, maka seatbelt langsung kulepas lagi. Habis.. seatbelt bikin sesak perut.. celakanya.. Hari ini aku benar2 lupa menerapkan trik itu! 

Kena deh.. ya sudah aku beri salam tempel mereka dengan Rp 50rb... tapi awas.. aku jadi ingat seumur hidup kalau lewat tikungan itu (saja) aku akan memakai seatbelt... Ampuni aku pak Pol dan ampuni aku ya Allah kalau kurang berderma/ bersodaqoh sehingga aku tidak bisa terhindar dari petaka ini.. Atau Jangan2 ini hikmah karena kemaren aku mengusir sales seorang ibu2 tua berjilbab yang menawarkan susu jahe di kampus...'Bu apa mau beli susu jahe..? Satu saja bu.. buat rejeki saya..'. Padahal susu jahenya cuma Rp 12rb, sedangkan buat pak Pol Rp 50rb..

Astaghfirullah...



Thursday, 18 April 2013

Air: Kenikmatan yang tak terkira

Astaghfirullah.. satu kata yang dapat aku simpulkan dari kejadian kemaren malam. Mungkin ini bentuk ujian dari Allah apakah aku sadar dan bersyukur akan nikmatNya?

Well, kejadiannya malam hari. Waktu itu lagi di Plasma. Niatnya mau beli charge HP karena punya ku yang lama sudah soak dan bermasalah. Aku sudah tidak tahan lagi untuk mengutak atik setiap kali nge chaz padahal nggak selalu ada banyak waktu buat itu. So, jadilah malam itu kami pergi. Aku, papa dan ve. bahkan kala itu ve pun belum dinner! Tapi alhamdulillah dapat juga charger yang aku inginkan walaupun harganya nggak memuaskan. dulu aku beli Rp 20.000 saja sekarang jadi 37.500. Yah mungkin karena bawang barusan naik, jadi yang lain2nya ikutan naik juga..

Etape berikutnya adalah mengantar ve makan malam. mau di mana? Pertama niatnya mau beli bakso, tapi di tempat itu dia berubah pikiran kepengen MCD. Walah, dasar anak2, OK lah akhirnya kami ke MCD. Berhubung aku n papa sudah kenyang,maka belinya cuma 1 chicken wrap n 1 paket nugget dgn 1 minum. Ternyata chicken wrap nya pedas, sehingga ve minumnya banyak banget. sementara aku lagi sangat haus2nya.Pas mau nyedot ke berapa kalinya.. What? Kok minumnya tinggal sedikit? Perasaan baru 2 menit kami duduk? Ve mengaku kepedesan, jadi dia harus menghilangkannya dengan minuman. Oww.. akhirnya papa belikan 1 gelas minuman lagi tapi syaratnya ve yang harus beli. Aku n papa tunggu di meja sambil menikmati yang masih tersisa. Kok ve lama banget nggak datang2? Ternyata setelah ve bayar minumannya, selang beberapa langkah menuju meja, minumnya tumpah di lantai.. Oww.. menyakitkan hati. Dia cuma bisa menyelamatkan beberapa teguk.. Begitu sampai di meja ve bener2 minta maaf sama kami.. Maaf ya ma pa, tumpaahh... Aiihh..

Papa akhirnya memintaku beli lagi minuman baru. Ok akhirnya aku yang bergerak ke kasir beli minuman seharga Rp 12.000 itu lagi! Tapi kulihat antriannya lumayan panjang dan malam semakin larut. Mood ku menciut. Alamak, ngapain belain beli minuman yang sama sampai 3 gelas! Sudah.. akhirnya kuputuskan kita pergi saja dari MCD. Beli es teh gelasan saja deh sambil di bawa pulang, yang merek TJ. Lumayan menyegarkan.

Ternyata begitu sampai di outlet TJ.. ya Allah.. orangnya yang jualan lagi tidak ada, padahal tehnya masih ada. Mau ke counter sebelahnya dengan judul teh lain, dia malah sudah hitung2 omzet, maklumlah, hari itu memang sudah jam 9 malam up. Ya Allah.. ternyata begini rasanya kalau susah mencari minuman.. Ketika kita sedang tidak haus.. rupanya itu nikmat yg tidak terkira..

Tuesday, 20 March 2012

Cuaca Extreme



Cuaca beberapa bulan ini memang lagi nggak nggenah. Kadang panas kentang-kentang, tiba2 lima menit kemudian jadi hujan deras bahkan banjir. Unpredictable. Video itu hanya contoh kecil. angin di sekitar rumah begitu kerasnya sampai semak2 di pekarangan rumahku menjadi bergoyang2. alhamdulillah, itu terjadi saat aku ada di rumah. Jadi tidak terlalu kuatir, kalaupun sampai terjadi apa2 insya Allah masih berkumpul dengan keluarga.
Pernah juga cuaca aneh terjadi saat aku sedang di kampus. Siang itu, seperti biasa jam2 segitu masih aktif di kampus. Officeku beda gedung dengan fakultas. Jadi harus jalan 5 meter di parkiran yang tidak ada tudung peneduhnya. Kalau hari panas, ya kepanasan. Kalau hujan ya cukup membuat badan dan baju basah. Pas berangkat ke fakultas, aku tidak bawa payung, karena hari lumayan panas terik. Eh, begitu mau balik ke office 5 menit kemudian, hujan sederas2nya. Wah, terjebak deh diriku di fakultas. Alhamdulillah hujannya cuma 5 menitan.
Yang cukup ekstrim, barusan akhir pekan ini, angin puting beliung menyerang kotaku. Banyak korban berjatuhan, terutama mobil2. diberitakan di koran paling tidak 7 mobil tertimpa pohon, sampai bikin jalanan macet total. Hujan deras pula. Ironisnya, itu terjadi saat aku dan mom sedang jalan2 di mall, seolah menikmati kebahagiaan di dunia dan tidak menyadari kejadian di luar sana. Terima kasih ya Allah, kami masih diberikan rasa nikmat seperti itu.

Thursday, 9 February 2012

Wrong Number Ed 2

Senin itu rupanya aku tdk sempat ke Bank A memberikan klarifikasi. Too busy with my business in the office. Orang yang salah sambung itu sempat menelepon 1 x di siang hari, saat aku di kantor. Masih menggunakan nomor yang sama 021-2xxx (Jakarta)
"Hallo..", kataku
"Bisa bicara dengan pak B?"
"Maaf pak, saya nggak kenal dengan pak B"
" Pak B.. BW (menyebut nama lengkapnya)"
"Nggak kenal pak.."
Lalu dia menutup telponnya.
Sore harinya aku mendapatkan SMS lagi dengan nada yang sama seperti dulu, tapi jumlahnya lebih sedikit. Ahh, semoga mereka sudah mulai mendapat pencerahan, menyadari kalau salah nomor bung..
Hari Rabu sore, saat aku berada di mobil, untung sedang tidak menyetir, aku ditelpon lagi oleh 021-2xxx.
"Hallo..", aku mengawali pembicaraan
" Pak B ada?"
"Dari mana pak?"
"Bank A"
Aku langsung mau mengklarifikasi, jadi ngomongku banyak dan langsung kuambil alih
" Sebentar pak. bapak ini mencari pak B? Ini soal KTA kan? Bapak juga SMS saya berkali2 soal angsuran KTA itu kan? Maaf pak, saya nggak kenal sama pak B. Ini nomor saya, bukan atas nama pak B. Btw bapak dapat nomor HP saya dari mana sih?"
Dia tidak menjawab dan langsung menutup teleponnya.
Entah dia malu kalau salah sambung, paham karena salah sambung, menyimpulkan aksi tipuannya kepadaku gagal atau bagaimana.. yang jelas 2 hari ini alhamdulillah HPku sudah lebih tenang. Ya Allah senantiasa lindungilah kami sekeluarga dari mara bahaya... Amin"

** Januari 2014, peristiwa ini terulang lagi. Bahkan Lebih parah. Mula-mula ditelepon, aku memaksa ingin tau,
'Ya, dari siapa ini?'
dia diam tidak menjawab, atau lebih tepatnya menjawab singkat,
'dari dicky, temannya'
'maaf kalau menjawab yang jelas ya..'
'... dari dicki bank A'
'maaf pak salah sambung, saya ndak kenal sama pak B. tolong jangan telp saya lagi. ini salah sambung. ini nomor saya, gak ada hub apapun dg pak B', jawabku
'Ibu siapa? Namanya siapa?'
'Situ nggak usah nanya nama saya.. kan bisa di cek di operator telp HP saya. no ini atas nama siapa'
'kalau nggak sebut nama, berarti ibu ada hub sama pak B dong'
'silakan menuduh2 begitu.. tapi faktanya saya tidak kenal dia'. aku marah dan kututup pembicaraan itu

Beberapa hari kemudian telp lagi-lah bank A dengan nomor lain yang belum aku save. Kali ini yang menelepon perempuan. Ok, kalau ini aku agak sabaran dan saat itu posisiku memang lagi tenang. Aku sedikit memberikan namaku saja, itupun nama panggilan. Mau ku sebut Ani, Abu, Ana, toh dia juga nggak tau kalau aku bohong. Tapi aku sebut nama panggilan asliku. Perempuan itu cukup puas dan akhirnya dia yang menutup telp nya

Tgl 15 Jan 2014, ada SMS dari 08573155282*. Pengirimnya mengaku bernama Dita, isi SMS nya begini:
Selamat siang pak B maaf ganggu, angsuran kk master anda nunggak 7 bulan angsuran. agar prog tidak batal tlg dibayarkan minimum 278 ribu tlg kerjasama dan tanggung jawabnya. sdh kita bantu program angsuran tp tdk ada komitmen dr anda. terima kasih.
Ah, masih nagih hutang juga rupanya. berapa kali aku harus meluruskan bahwa no HP ini adalah milikku, bukan milikmu. Apa aku harus menyanyi lagunya Kahitna dulu? Grrr..#$%@^ ...

Friday, 3 February 2012

Wrong Number,Maann..

Siang itu, hpku berdering. aku lihat, nomornya 021-xxx, dari Jakarta. Ahh, mungkin dari bank A yang akan menawarkan produk. Jadi, aku abaikan saja. Eh, ternyata orang yang menelepon tidak menyerah. Belakangan aku lihat di layar hpku, dia sempat misscall lebih dari 3x. Untung hpku aku set silent, jadi walaupun berulang kali berdering, itu tidak berisik dan mengganggu pekerjaanku.

Beberapa hari kemudian aku mendapat SMS dari nomor hp tertentu, isinya aneh; "Bos B, tagihan kta nya tolong dibayar, jangan menghindar terus, mohon itikad baik dan tanggung jawab anda sbg nasabah. tolong direspon. makasih." Jiaahh.. aku sedang tidak mengambil kta sama sekali dan aku bukan B! So, Aku abaikan SMS itu, sekarang kan banyak penipuan lewat sms hp, jadi aku tidak mau sembarangan merespon pesan yg tidak jelas.

Berikutnya, siang ini ada dering telepon dari 021-xxx tadi. Kebetulan kali ini aku sedang available, jadi aku coba angkat teleponnya. Aku sudah berniat, kalau ini soal penawaran produk dari bank A, maka aku akan say NO.. tapi ternyata aku salah besar. Saat mengangkat telepon, aku sengaja diam, menunggu dia (penelepon) yang pertama kali berkata "hallo".. rupanya dia juga dalam posisi menunggu. Mungkin karena nggak sabar, akhirnya dia yang bicara dan say hallo duluan. "Hallo, pak B ada?" .. Yahh, yang dicari adalah orang berinisial B yang disebut di SMS itu. Tentu saja orangnya tidak ada, dan spontan aku jawab SALAH SAMBUNG.. Dia lalu menutup teleponnya. Selang beberapa detik kemudian, sebuah SMS terkirim ke hpku dengan isi yang sama dengan SMS yang dulu. Oalah, ternyata ini kasus yang saling berhubungan

Pagi hari berikutnya, hp ku dibanjiri 5 biji SMS dari nomor yang sama, dengan isi yang sama: "Pak B kami dari bank A, tagihan personal loan kta anda sudah masuk ke2 bulan tunggakan dg total angsuran Rp xxx. kami tunggu pembayaran anda paling lambat hari senin, mohon kerja sama dan itikad baiknya. untuk info lebih lanjut anda bisa hub call center kami. thx" Oalah pak.. kan saya sudah bilang kemaren salah sambung. kok masih disambung dengan SMS lagi. Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Seolah2 mereka sudah menerorku. Padahal, ceritanya, anda salah orang tuh..! Senin ini memang aku akan melakukan action, bukan membayar angsuran, tapi minta klarifikasi dari bank A tentang hal ini.

Analisis
1. Aku: apa mungkin pak B ini memberikan no hp ku sebagai contact numbernya? Bank A tertipu dan kta nya macet?
2. Papa: sudahlah.. cuekin saja.. itu tipu2.. sekarang marak penipuan lewat hp.. Blokir saja nomor itu

Whatever it is.. pokoknya kalau ada penawaran2 lewat hp, it's better to say no.. for your own safety.. dan jangan lupa minta perlindungan sama Allah SWT..

Sunday, 21 August 2011

Balada Buka Puasa

Acara buka puasa bersama keluarga kemaren ternyata tidak berlangsung ciamik. Kekecewaan malah menghiasi hati kami semua. Pasalnya, rumah makan yang kami pilih ternyata memberikan pelayanan yang parah. Arrgghh.. kesan pertama saja kelihatannya manis di mulut dan muka, tapi tangan dan kaki tidak cekatan. Saat itu kami tertarik memesan menu paket buka puasa, karena mendapatkan takjil gratis. bahkan kami sampai lupa tidak menanyakan berapa harga per paketnya, yang ternyata Rp 42.000, nggak beda jauh sama yang non paket. Tidak itu saja, takjil yang kami nantikan ternyata tidak kunjung datang. tolong mbak dan mas yaa.. takjil itu ya di makan di awal.. tidak diakhir. kalo di akhir namanya dessert! sampai kami melongo kelaparan menunggu PROSES keluarnya takjil. sementara aliran makanan yang dipesan di meja2 lain begitu santernya. orang di meja kanan kiri kami sudah makan dengan lahapnya, sementara di meja kami belum ada apapun. Yang kasihan anakku, 9 tahun beru belajar puasa full, yang sudah kelaparan sejak siang.. terpaksa harus menahan beberapa menit lagi untuk berbuka. astaghfirullah.. benar2 pilihan yang salah. tolong deh.. ini cintaku yang pertama sekaligus yang terakhir untuk berkunjung ke rumah makan itu..!